Keuangan

Menkeu Baru Purbaya Guyur 200 T di 5 Bank Himbara. Eksekutif Direktur BUMN Care Erick Sitompul Puji Langkah Tersebut.

Bumncare, 19/9/2025. Gebrakan awal Menteri Keuangan yang baru Purbaya Yudhi Sadewa menyiratkan angin segar akan mulai bergeraknya pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi.

Purbaya menyebut kepada media, dia telah menggelontorkan 200 Trilyun. 55 Trilyun ditempatkan di Bank Mandiri, 55 Trilyun di Bank BNI, 55 Trilyun di BRI, 25 Trilyun di BTN dan 10 Trilyun di BSI.

Dana tersebut selama ini di simpan di Bank Indonesia. Dana milik pemerintah sebesar 425 Trilyun yang mendekam di BI sengaja dipindah kan Purbaya 200 T di perbankan Himbara. Diharapkan dana tersebut dapat diserap dan berputar menjadi mesin penggerak ekonomi terutama sektor UMKM dan turut menggerakkan mesin Koperasi rakyat yakni Koperasi Merah Putih yang baru di deklarasi presiden Prabowo.

Sedikitnya 80.000 unit Koperasi Merah Putih yang di bina Kementerian Koperasi telah berdiri. Saat ini seluruh pengurus unit nya telah melengkapi legalitas dan bersiap untuk beroperasi namun belom memiliki permodalan yang memadai.

Koperasi Merah Putih

Setahun terakhir , ditengarai likuiditas sektor perbankan terlihat mengering. Pelaku usaha terutama UMKM merasakan semakin sulit mendapat kan kredit usaha.

Eksekutif Direktur BUMN Care Erick Sitompul memuji langkah itu. Dia menilai gebrakan Purbaya merupakan langkah sangat penting dan strategis. Mahzab ekonomi Purbaya yang pro ekonomi kerakyatan dibutuhkan negara dan rakyat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendorong ekonomi kerakyatan.

Penempatan dana sebesar itu di yakini akan dapat menjadi motor penggerak baru mesin pertumbuhan ekonomi di sektor usaha ekonomi menengah ke bawah dengan jutaan pelaku usaha.

Sektor riil akan di dorong cepat bergerak.Namun diharapkan Bank Himbara milik BUMN dapat menyalurkan dengan suku bunga murah dan terjangkau. Bila mesin ekonomi sektor riil itu berjalan baik akan dapat berperan membantu menanggulangi masalah kemiskinan dan penciptaan jutaan lapangan kerja baru, kata Erick.

Namun Erick mengingatkan agar dana tersebut jangan diberikan kepada korporasi besar. Mungkin kalau alokasinya 10 – 20 % masih wajar. Karena korporasi besar juga itu mesin ekonomi bangsa kita

Namun hati hati terhadap korporasi besar terutama yang tidak nasionalis. Biasanya mereka mengejar kredit korporasi dari bank Himbara dalam jumlah sangat besar namun dana tersebut hanya sebagian kecil di investasikan didalam negeri.

Sebagian besar mereka tempatkan di perbankan di Singapore atau Swiss dan ber investasi di sektor industri, mall raksasa, keuangan, perhotelan, hospitality atau property di luar negeri.

Saya paham betul sepak terjang mereka. Lebih 25 tahun saya berada di lingkungan beberapa korporasi multinasional. Mereka itu menganut nasionalis ganda. Lebih banyak mereka ber investasi di luar negeri dibanding di Indonesia.

Padahal hampir semua mereka itu di besarkan dari bawah banget oleh fasilitas pemerintah dengan mengeruk SDA negara dengan dukungan Bank Himbara, ungkap Erick.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *