PT PP Proyeksi Sektor Properti Akan Bergerak Positif Akhir 2021-2025

Add Your Heading Text Here

Bumncare- Kamis (29/7/2021)- Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk (PT PP), Novel Arsyad memproyeksi jika sector property terutama tipe rumah tapak (landed house) akan bergerak kea rah positif pada akhir 2021 hingga 2025.

Bahkan, kata dia, tren ini akan menghasilkan kebangkitan yang harus direspons secara positif oleh para pelaku usaha.
“Pandemi Covid-19 ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk bangkit, Apalagi, kalau kami melihat tren tahun 2020. Pada 2021 juga sebenarnya semua bergerak kea rah yang positif mulai dari landed house yang notabene bergerak cukup baik,” ujar Novel beberapa waktu lalu.

Meski pada gelombang kedua Covid-19 terjadi drop yang cukup jauh, Novel mengajak kepada para pelaku usaha dan tentunya melalui dukungan pemerintah agar pandemi ini tidak lantas membuat terpuruk, tetapi sebaliknya bangkit.

Pasalnya, properti merupakan sektor yang dapat menggerakkan ekonomi di masa mendatang dengan multiplier effect yang luar biasa.
Dari bahan paparan Novel disebutkan, sejak pandemi Covid-19 tahun lalu, pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan dan kemudahan seperti pelonggaran kredit properti, pengurangan pajak PPh 22 dan PPnBM, dorongan dari sektor infrastruktur, PPN 0%, pelonggaran LTV, program FLPP, promo menarik dari pengembang, dan beragam pilihan cara bayar dari perbankan.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan kebutuhan end user untuk tempat tinggal yang aman dan nyaman semakin meningkat. “Inilah hal-hal yang memang harus kita kaji sekaligus kita realisasikan.

Karena dengan adanya pandemi pasti akan mengubah perilaku user 180 derajat dibandingkan perilaku user saat ini. Bahkan saat ini, kita melihat landed house lebih ramai dibandingkan apartemen. Stok apartemen pun semakin membengkak saat ini,” ungkap Novel.

Selain itu, dia melihat market sekarang akan didominasi oleh generasi milenial. Mereka menggeser generasi-x yang sebentar lagi menjadi generasi baby boomer yang saat ini jumlahnya tidak lagi banyak. Milenial tersebut bisa juga berasal dari generasi z. Artinya, baik generasi milenial maupun generasi z memiliki kecenderungan pada gaya hidup yang sama yaitu serba praktis.

“Mereka nggak ingin pusing untuk mencari rumah yang harus dilengkapi dengan interior yang dikerjakan sendiri dan furniture yang masuk sendiri. Pemikiran mereka sudah tidak lagi ke sana. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkannya,” tutur Novel.

Untuk itu, para pelaku usaha harus memahami kebutuhan setiap generasi seiring dengan adanya Pandemi Covid-19 ini. Ia menekankan, pandemi telah memengaruhi bagaimana para pelaku usaha dalam memproduksi properti ke depan baik di area apartemen, perkantoran, hotel, maupun di pusat-pusat perbelanjaan.

Apartemen yang sudah tidak terlalu diminati juga harus dievaluasi untuk melihat tidak sebatas jangka pendek atau menengah, tetapi juga jangka panjang.

 

(Agus Irawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.