Mensekneg :Pemerintah Ambil Alih TMII. Akan Dikelola BUMN Pariwisata. BUMN Care harap TMII Dikelola Benar Benar Profesional

Mensekneg :Pemerintah Ambil Alih TMII. Akan Dikelola BUMN Pariwisata. BUMN Care harap TMII Dikelola Benar Benar Profesional

Jakarta, BUMNCARE, Jumat (9/4/2021), Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diambil alih oleh negara. Menteri Sekretaris Negara (Mensegneg) Pratikno mengatakan TMII akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata.

“Jadi saat ini Kemensekneg merumuskan kriteria siapa yang akan tepat secara profesional memperbaiki pengelolaan TMII dan kemudian memberikan kontribusi kepada keuangan negara secara signifikan.

Akan ditunjuk nantinya dan kita mau minta salah satu BUMN pariwisata untuk mengelola TMII,” kata Pratikno, Kamis (8/4/2021).
Dia menyampaikan, TMII akan dikelola oleh lembaga yang profesional.
Jadi dikelola oleh orang orang yang profesional oleh lembaga yang profesional dan harapannya akan jauh lebih baik dan memberikan kontribusi kepada keuangan negara,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa isu yang menyebutkan TMII akan dikelola oleh yayasan yang dibentuk Presiden Jokowi dengan diambil alih negara dari Yayasan Harapan Kita, itu tidak benar. Tapi ini akan di kelola oleh BUMN Pariwisata, ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif BUMN Care Erick Sitompul berharap pengambil alihan TMII agar benar benar di serahkan kepada perusahaan BUMN Parawisata untuk pengelolaan nya dan agar benar benar di kelola secara Profesional.

Para profesional putra putri bangsa kita sudah sangat banyak dan berkualitas kalau hanya mengelola TMII. Terbukti pusat hiburan Ancol dan Wahana Trans Studio juga mampu di kelola putra putri bangsa kita sendiri secara Profesional, mereka sangat bagus, sangat kreatif dan mampu menghasilkan keuangan yang baik.

Masih sangat banyak juga asset negara seperti HGU Perkebunan ataupun HPH Kehutanan di Sumatera dan Kalimantan yang perlu di ambil alih negara dan di kelola oleh perusahaan BUMN Perkebunan seperti PTPN yang cukup di kenal bagus dan profesional.

Banyak sekali itu HGU dan HPH yang terlantar, tidak di kelola dengan baik oleh kalangan swasta dan tidak punya kontribusi keuangan yang jelas dan signifikan buat negara.

Itu semua juga perlu diambil alih oleh pemerintah secara bertahap karena negara saat ini membutuhkan kembali asset yang dapat diandalkan untuk dapat mendorong dan mempercepat pembangunan ekonomi dari kerugian akibat salah kelola oleh swasta dan juga akibat panjangnya pandemi covid 19 lebih setahun ini.

Jutaan pekerja juga butuh lapangan kerja baru yang perusahaan nya produktif dengan komoditi yang suistanable dan memiliki market yang bagus, ungkap Erick.

( Agus Irawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.